Manfaatkan Sampah
Cara Seniman Sikapi Bencana Bangsa
Sampah bagi banyak orang mungkin tak berguna dan sepantasnya dibuang. Tapi di tangan seniman asal kota Bandung, Jawa Barat, limbah atau sampah justru bisa berbuah karya seni lukisan.
Inilah cara dan gaya Tisna Sanjaya, seorang seniman asal kota Bandung dalam mengekplorasi idealisme gilanya. Yah, Tisna menyebutnya sebagai idealisme gila, membuat karya seni lukisan dimana media yang digunakan dengan memanfaatkan limbah atau sampah.
Di sebuah galeri seni di kawasan Setia Budi, Bandung, Tisna Sanjaya memamerkan karya seni lukisan dari sampah yang telah selesai dilukis menggunakan media limbah. Limbah dimaksud adalah kumpulan sampah, air kotor sungai, limbah pabrik, lumpur termasuk lumpur Lapindo yang sengaja dibawa Tisna dari Sidoarjo.
Tidak seperti lazimnya, lukisan mengekspresikan keperhatianan ini tidak menggunakan alat lukis, tapi dilukis dengan arang, batu bata merah serta clurit.
Lewat lukisan-lukisannya Tisna mencoba mengingatkan kesadaran masyarakat atas peristiwa dan bencana yang menimpa bangsa Indonesia. Lukisan juga mengambarkan realitas politik, sosial serta dirinya sendiri.
"Lukisan saya dari arang, lumpur, batu merah dan sampah dan semua itu untuk sebuah media untuk mengekspresikan sebuah lukisan"tutur Tisna.
Untuk bisa menyelesaikan satu buah lukisan, Tisna membutuhkan pemikiran yang panjang, meski penyelesaian bisa dalam hitungan menit. Saat ini Tisna sudah menghasilkan lebih dari 200 karya lukisan dari sampah yang ditawarkan kepada masyarakat dimana uang hasil penjualannya akan disumbangkan buat korban bencana. www.indosiar.com
|
5 Januari 2009
|
|
15 Desember 2008
|
|
15 Desember 2008
|
|
3 Desember 2008
|
|
3 Desember 2008
|
|
3 Desember 2008
|
|
24 November 2008
|
|
20 November 2008
|
|
20 November 2008
|
|
18 November 2008
|
|
18 November 2008
|
|
18 November 2008
|
|
17 November 2008
|
|
17 November 2008
|
|
17 November 2008
|
|
6 Januari 2009
|
|
7 April 2009
|
|
25 Agustus 2010
|
|
18 Oktober 2010
|