Krisis moneter yang melanda Indonesia, ternyata pengaruhnya tidak begitu dirasakan oleh pengrajin kerajinan tangan hususnya yang berhan baku lidi. Setidaknya dialami Nurul Huda (30) warga Desa Panyingkiran, Kec. Ciamis. Saat ini masih terus melakukan ekspor hasil kerajinan tangan berupa anyaman lidi.
"Kalau yang lainnya mungkin sangat terpukul dengan krisis global, namun kami tidak bergitu merasakannya. Bahkan ekspor juga tetap berjalan seperti biasa, lancer-lancar saja. Jadi krismon tidak begitu berpengaruh bagi kami," tutur Nurul di sanggar kerjanya di Dusun Panyingkiran, Minggu (23/11).
Meski demikian, dia juga mengungkapkan transaksi yang dilakukan tetap mempergunakan mata uang rupiah. "Transaksi pakai rupiah. Sebenarnya kalau kalau pakai dollar, mungkin bisa merasakan ada nilai lebih, apalagi saat ini dolar menguat dibandingkan rupiah," jelasnya.
Nana menmgungkapkan pengriman anyaman lidi (palmlife) masih berlangsung rutin, yani seminggu sekali. Untuk setiap kali kirim, pihaknya mampu memenuhi pesanan sebanyak 6.000 meter anyaman lidi. Harga anyaman lidi, ungkap Nana sebelum kenaikan harga BBM hanya Rp 3.900/meter. Namun setelah ada kenaikkan harga BBM menjadi Rp 4.900/meter.
Untuk bahan baku, dia mengungkapkan berasal dari wilayah Ciamis bagian selatan seperti Pangandaran, parigi, Cimerak, Kalipucang dan sekitarnya. Bahkan untuk mengantisipasi kekurangan bahan baku, pihaknya juga telah melakukan stok.
"Lidi yang kita butuhkan itu yang berasal dari daun kelapa yang kering. Dan itu biasanya banyak padamusim kemarau. Sedangkan untuk musim hujan, bahan baku relative berkurang. Untuk mengantisipai kekurangan, saya sudah punya stok cukup banyak," tuturnya.
Lebih lanjut dia mengungkapkan bahwa menurut rekannya yang bertindak sebagai eksportir, kerajinan lidi hasil karya Ciamis itu dikirim ke Eropa, AS, Inggris dan Timur Tengah. "Untuk memenuhi pesanan tersebut, kami juga menggandeng sejumlah santri Ponpes di sini. Selain itu juga dari mitra kami di Kecamatan Cikoneng. Dan kita juga melakukan kontrol ketat," tuturnya. (www.Pikiran-rakyat.com)
English Content
Craftsmen in Ciamis Uninfluential
The monetary crisis in Indonesia, the impact was not felt by the craftsmen craft espesialy the raw palm leaf rib. At the least experienced Nurul Huda (30) Village residents Panyingkiran, Kec. Ciamis. While this still continues to export handicrafts such as woven palm leaf rib hands.
"If the other may be very important to the global crisis, but we do not to interview. Even the export is also still running as normal, smooth-lancer only. So awake is not so influential for us," said Nurul in the studio working on Hamlet Panyingkiran, Sunday ( 23/11).
However, he also revealed that the transaction be done still make the currency of rupiah. "Transactions with rupiah. Fact that the use of dollars, may feel there is more value, especially when the dollar is stronger than the rupiah," he explained.
Nana menmgungkapkan pengriman woven palm leaf rib (palmlife) are routine, Yani once a week. To tell each time, he is able to fulfill orders as much as 6,000 meters woven palm leaf rib. Price woven palm leaf rib, said Nana before the fuel price increase only Rp 3.900/meter. However, after a fuel price increase to Rp 4.900/meter.
For raw materials, he revealed came from the southern region such as Ciamis-Pangandaran, Parigi, Cimerak, Kalipucang and surrounding areas. Even to anticipate the shortage of raw materials, the stock has performed.
"We need a palm leaf rib, which is derived from the dried coconut leaves. And thats usually a lot at drought. As for the rainy season, raw materials, reduced relative. To keep For lack, I already have enough stock," he said.
further revealed that, according to friends who act as exporters, palm leaf rib craft artworks Canterbury is sent to Europe, U.S., UK and the Middle East. "To meet these orders, we also collaborates with a number of Surabaya Ponpes here. In addition, also from our partners in the District of Cikoneng. And we also conduct strict control," he said.
(www.Pikiran-rakyat.com)
|
20 November 2008
|
|
20 November 2008
|
|
18 November 2008
|
|
18 November 2008
|
|
18 November 2008
|
|
17 November 2008
|
|
17 November 2008
|
|
17 November 2008
|
|
17 November 2008
|
|
1 November 2008
|
|
1 November 2008
|
|
1 November 2008
|
|
1 November 2008
|
|
1 November 2008
|
|
1 November 2008
|
|
3 Desember 2008
|
|
3 Desember 2008
|
|
3 Desember 2008
|
|
15 Desember 2008
|
|
15 Desember 2008
|
|
5 Januari 2009
|
|
5 Januari 2009
|
|
6 Januari 2009
|
|
7 April 2009
|
|
25 Agustus 2010
|
|
18 Oktober 2010
|