Wayang golek merupakan kesenian khas Jawa Barat. Berbagai tokoh wayang golek tidak saja dapat dijadikan untuk pertunjukan seni, tetapi juga dapat dijadikan cindera mata. Seperti berbagai tokoh wayang golek ini, mulai dari Gatot Kaca, Arjuna, hingga cepot yang lucu.
Salah satu sentra pembuatan wayang golek terdapat di Desa Pamulihan, Sumedang, Jawa Barat, milik Pak Ence Permana. Dari kota Sumedang, sentra kerajinan golek dapat dicapai selama satu jam perjalanan, dengan menggunakan kendaraan bermotor.
Di tempat sederhana inilah, Pak Ence membuat berbagai tokoh wayang golek sejak tahun 1982 lalu, dengan dibantu beberapa orang pekerja. Pembuatan wayang golek tidak mudah. Hanya dapat dilakukan oleh perajin yang sudah sangat terampil. Proses pengerjaannya dilakukan secara manual dengan peralatan yang sangat sederhana.
Untuk mahir membuat bagian tubuh yang sederhana saja dibutuhkan waktu belajar selama satu tahun. Proses pembuatan wayang golek dilakukan dengan cara tradisional. Kayu albasia yang masih berupa kayu glondongan dipotong dengan gergaji hingga berukuran 20 centimeter.
Kayu yang telah dibuang kulitnya lalu dibentuk dengan menggunakan golok, sehingga menghasilkan bentuk wajah tokoh pewayangan yang diinginkan. Kini memasuki proses pewarnaan. Pemberian warna dilakukan dengan menggunakan cat. Warna dipilih sesuai karakter tokoh wayang yang dibuat.
Pekerjaan ini memakai waktu selama 2 hari. Pelapisan warna baru dapat dilakukan setelah cat dasarnya kering. Wayang golek yang telah jadi lalu diberi pakaian sesuai tokoh wayang yang dibuat. Pakaiannya berupa pakaian tradisional yang dikerjakan kaum ibu.
Kini wayang golek telah jadi dan siap dimainkan. Wayang golek yang telah jadi dibungkus plastik dan diletakkan di ruangan pamer. Berbagai jenis tokoh wayang dapat dilihat disini. Wayang golek ini dipasarkan ke berbagai wilayah di Indonesia, seperti Bandung, Jakarta, Bali dan Yogyakarta. Umumnya untuk cinderamata. Selain itu ada juga yang dijual melalui pedagang keliling.
Harga wayang golek ini bervariasi, tergantung kualitasnya. Kualitas terendah dijual seharga 10 ribu rupiah. Sedangkan kualitas sedang hingga bagus dijual mulai dari 70 ribu hingga 125 ribu rupiah
(Sumber: www.indosiar.com)
|
13 November 2008
|
|
13 November 2008
|
|
13 November 2008
|
|
13 November 2008
|
|
13 November 2008
|
|
13 November 2008
|
|
13 November 2008
|
|
13 November 2008
|
|
13 November 2008
|
|
13 November 2008
|
|
13 November 2008
|
|
1 November 2008
|
|
13 November 2008
|
|
13 November 2008
|
|
13 November 2008
|
|
13 November 2008
|
|
13 November 2008
|
|
13 November 2008
|
|
13 November 2008
|
|
13 November 2008
|
|
13 November 2008
|
|
13 November 2008
|
|
13 November 2008
|
|
13 November 2008
|