Kain, selendang, dan berbagai macam busana pria dan wanita ini terlihat indah dan menarik.
Semuanya terbuat dari benang sutera. Produk ini merupakan hasil olahan tangan-tangan terampil penenun sutera di Sukabumi, Jawa Barat.
Untuk mencapai lokasinya dapat menuju daerah Cicantayan, Sukabumi, pemiliknya Wignyo Rahadi, yang telah menekuni usaha ini sejak sepuluh tahun lalu. Benang sutera yang ditenun sebelumnya melalui beberapa proses.
Mula-mula benang sutera direndam di dalam cairan pewarna. Selanjutnya dikeringkan dengan cara dijemur. Setelah kering, benang sutera digulung. Proses ini memakan waktu sekitar satu bulan. Dengan menggunakan alat tenun bukan mesin atau atbm inilah proses penenunan kain sutera dilakukan.
Menenun dengan alat tenun tradisional seperti ini diperlukan ketelitian dan ketekunan. Untuk menenun selembar kain dengan ukuran 115 centimeter diperlukan sekitar 5 ribu benang sutera.
Kain yang telah selesai ditenun selanjutnya diletakkan di ruangan penyimpanan. Di tempat ini dapat dilihat berbagai motif kain tenun sutera.
Kain sutera selanjutnya diolah menjadi berbagai produk pakaian jadi, dan dipajang di sebuah butik di kawasan Cipete, Jakarta Selatan. Karena terbuat dari benang sutera, harga busana ini memang tidak murah, rata-rata diatas satu juta rupiah.
Selain itu ada juga busana dengan motif bordir yang menarik. Melihat berbagai bentuk busana yang indah ini, sayapun tertarik untuk mencobanya
|
13 November 2008
|
|
13 November 2008
|
|
13 November 2008
|
|
13 November 2008
|
|
13 November 2008
|
|
13 November 2008
|
|
13 November 2008
|
|
13 November 2008
|
|
13 November 2008
|
|
13 November 2008
|
|
13 November 2008
|
|
13 November 2008
|
|
13 November 2008
|
|
13 November 2008
|
|
13 November 2008
|
|
13 November 2008
|
|
13 November 2008
|
|
13 November 2008
|
|
13 November 2008
|
|
13 November 2008
|
|
13 November 2008
|