Batu aji atau batu permata sudah dikenal sejak dahulu sebagai barang berharga yang banyak diminati. Batu aji kini tidak hanya berupa batu cincin saja. Tetapi juga berbentuk berbagai jenis barang. Mulai dari perhiasan wanita, cindera mata, dan berbagai barang kerajinan lainnya.
Kota Sukabumi, Jawa Barat, sejak dulu dikenal sebagai daerah penghasil batu aji, atau batu permata. Lokasinya di kawasan Sukaraja. Sedikitnya terdapat dua puluh pengrajin perhiasan batu aji disini. Salah satunya usaha penggosokan batu permata milik Hajah Eli Mulyati.
Dari kota Sukabumi, dapat dicapai dengan mengambil arah ke timur menuju kota Cianjur. Jarak tempuhnya sekitar lima belas menit dengan menggunakan mobil.
Bahan baku untuk pembuatan kerajinan batu aji ini didatangkan dari daerah penggalian batu di Jampang Tengah dan Jampang Surade. Bahan baku yang digunakan merupakan batu pilihan. Kriterianya, batu yang akan diolah harus unik dan memiliki urat yang indah.
Proses pengolahan batu aji menjadi batu perhiasan cukup sederhana. Namun memerlukan ketekunan dan ketelitian. Mula-mula batu yang akan dibentuk dipilih terlebih dahulu.
Kemudian dipotong dengan alat pemotong batu dengan menggunakan tabung tertutup. Setelah dipotong, batu digerinda sehingga menghasilkan bentuk replica.
Lalu dihaluskan dengan menggunakan ampelas kasar. Kemudian digosok dengan ampelas halus hingga textur dan urat batu nampak.Batu aji dan batu alam yang telah terpola. Kemudian dirangkai dengan aksesoris lain.
Proses ini merupakan proses finising, dimana batu aji direkatkan dengan lem khusus sehingga menghasilkan bentuk yang indah dan menarik. Ada yang berbentuk replika tugu Monas, Tugu Kujang, serta yang berbentuk daun-daunan dan bunga ros.
Selain itu ada juga yang berbentuk telor dan jamur. Yang paling menarik adalah batu aji yang dibentuk menjadi berbagai perhiasan wanita seperti bros, giwang dan kalung.
Berbagai produk kerajinan batu aji ini dipasarkan ke Sukabumi, Jakarta dan berbagai kota besar lainnya. Harganya bervariasi, mulai dari lima ribu hingga belasan juta rupiah. Tergantung tingkat kesulitan pembuatannya dan keunikan bahan bakunya
(Sumber: www.indosiar.com)
|
13 November 2008
|
|
13 November 2008
|
|
13 November 2008
|
|
13 November 2008
|
|
13 November 2008
|
|
13 November 2008
|
|
13 November 2008
|
|
13 November 2008
|
|
13 November 2008
|
|
13 November 2008
|
|
13 November 2008
|
|
13 November 2008
|
|
13 November 2008
|
|
13 November 2008
|
|
13 November 2008
|
|
13 November 2008
|
|
13 November 2008
|
|
13 November 2008
|
|
13 November 2008
|