Propinsi Jawa Barat memiliki berbagai macam kriya unggulan.
Beberapa diantaranya adalah :
Kriya wayang Golek dibuat dari bahan kayu dengan proses ukir dan cat, baik untuk pagelaran, maupun sebagai hiasan. Pembuatannya memerlukan kecermatan tinggi, karena kedalaman makna filosofi yang dikandungnya. Ia Merupakan simbol representasi kehidupan manusia yang tergambarkan melalui epik Mahabharata dan Ramayana, dengan para tokoh, misalnya : Gatot Kaca, Arjuna, Rama – Shinta, Hanoman, dan lainnya.
Angklung merupakan alat musik yang terbuat dari ruas – ruas bambu, dan terdapat di seluruh daerah di Jawa Barat. Awalnya merupakan alat musik bernada pentatonik untuk upacara – upacara tradisiona. Oleh Daeng Sutigna, angklung dimodifikasi menjadi alat musik diatonik. Selanjutnya oleh Ujo Ngalagena, angklung dikembangkan menjadi berlaras selendro, pelog dan madenda.
Kriya batik Jawa Barat Terdiri dari berbagai macam kriya unggulan dari berbagai daerah, misalnya : Cirebon, Garut, dan Masih banyak lagi. Misalnya batik Cirebon, batik ini memiliki ciri yang berbeda dan khas di aspek warna dan motif, dengan warna yang lebih cerah dan ceria dibandingkan batik Jawa. Selain itu gambar motifnya lebih bebas, seperti gambar flora dan fauna. Salah satu ciri khas batik asal Cirebon yang tidak ditemui di tempat lainadalah motif ”Mega Mendung”.
Hasil kerajinan bordir berupa aneka kebaya, mukena, kerudung, taplak meja, atau seprai, sudah memasuki pasar luar negeri, seperti ke Malaysia dan Singapura. Beberapa sentra kerajinan bordir dikawasan Tasikmalaya – Jawa Barat, terdapat di kecamatan : Cibeureum, Cipedes, Mangkubumi, dan Kawalu.
Kerajinan tas dan topi rajut banyak dikembangkan di daerah Sukaraja, Sukabumi. Produk kerajinan rajut umumnya berupa tas tangan, peci, tempat tisue, dompet dan aksesori lainnya. Dan secara umum, ada dua jenis teknik rajut, yakni : (1) Rajutan Wol, dan (2) Crichet untuk memberikan hasil teksture yang lebih halus dengan berbagai tipe renda.
Kriya anyaman merupakan terdiri dari aneka produk anyaman dan bahan (anyaman rotan, anyaman daun pndan dan lain-lainnya). Kriya anyaman sudah sejak lama ditekuni oleh sebagian penduduk secara turun temurun, khususnya di Tasikmalaya, Jawa Barat misalnya di kecamatan Rajapolah, Cibalong, Cikalong, Cipatujah dan Pagerageung.
Keramik hias digunakan sebagai penghias ruangan dan cinderamata. Selain keramik tradisional (misalnya buatan Plered, Purwakarta), kini mulai berkembang keramik hias kontemporer buatan seniman kreatif. Proses pembakaran ada 2 sistem : aingle firing(sekali bakar) dan double firing (pertama 9500 C, kedua 12000 C).